MEREKA

Gak usah ditanya, kenapa mau sekolah, kenapa gak mau mengurus kerucils yang menggemaskan ini. Lihat foto ini.siapa saya? Dokter. Siapa abang saya. Namanya terpampang sebagai pejabat pertanahan atau biasa disebut notaris. Siapa ayah saya. Pensiunan polri. Siapa ibu saya. Pensiunan imigrasi. Siapa suami saya pejabat publik. Apakah ada yang melihat proses? Foto ini hasil. Hasil dari keringat jerih payah orang tua saya. Papa yang pulang cuma untuk istirahat. Mama yang seringnya mengalah karna rajukan anak manjanya yang tak terpenuhi. Sekarang aku sadar apa maknanya berjuang. Demi anak kecil yang didepan kami. Mereka, yang membuat ku. Semanagat. Untuk tetap menjalani ini. Sulit ternyata ma. Pa. Gak segampang hasil foto ini. Jangan tanya lagi. Kenapa sikap ketidak peduliaan sering sekali timbul dari saya. Sudah jelas. Bagaimana pola pikir saya? Hanya ingin memberi yang terbaik untuk anak anaknya. Ini sebenanrnya adalah yang diinginkan setiap orang tua. Tidak mudah ma. Pa. Dulu aku sering meminta waktu mereka. Sekedar untuk berlibur bersama. Yang dikasi hanya sedikit sekali. Yaitu jam makan. Kami harus duduk di meja makan. Dijam makan malam. Hal yang paling tidak kusukai. Tapi ternyata disaat itu mereka memiliki waktu untuk kami. Mendengar cerita kami. Evaluasi kehidupan kami. Dan sarapan diweekend. Hal yang paling ku tunggu. Keluar. Besama. Keramaian. Liburan. Jangan ditanya. Mereka pegawai negri. Hidup pas pasan hanya berfokus ke sekolah anak. Yang penting kalian jadi orang. Orang yang sehat jasmani dan rohani dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Tak pernah liburan. Kecuali setiap tahun mengunjungi kampung halaman ayahanda. Dan pulangnya menginap di hotel. Hal yang paling aku nimmati. Asik. Ini hanya sampai ku menikah. Setelah menikah aku milik suamiku. Tak ada lagi ajakan kesana. Tak ada lagi ajakan sarapan. Terkadang ingin mengulang. Tapi ya sudah lah. Sekarang harusnya giliranku yang mengajak sarapan. Mengajak liburan aku yang bayar. Tapi. Apalah daya dokter. Yang sedang bersekolah ini. Waktu ku diambil sepenuhnya oleh rumah sakit. Duitku habis untuk bertahan hidup. 
Semoga selalu sehat dan panjang umur. Ku masi banyak keinginan. Untuk membahagiakan mereka. Ku ingin melihat wajah sumringah orang tua ku. Masi teringat jelas senyuman orang tuaku ketika ku wisuda dokter. Ah senangnya membayangkan itu. Semoga Allah selalu memberikan kami semua kesehatan dan umur panjang. Aamiin.
Kakak. Adek. Ingat! Ibuk berjuang juga buat kalian. Tapi kita lebihin ya.. biar bisa liburan menikmati alam yang Allah berikan. Aamiin. Sabar ya nak. Ayah juga sabar disana. Ibuk juga sabar disini. 
Kita harus bertahan. Pendidikan tetap nomor 1 ya nak. Ilmu itu yang mendekatkan kita kepadaNya. Semakin dalam ilmu itu. Semakin terasa kekuasaanya. Percayalah. Nimmatnya mencari ilmu, ibu rasakan. Jangan tanya kenapa lagi. Krna selain karena mereka. Karena aku ingin melihat lebih jauh dan berkata masyaAllah. Luar biasa ya Allah. Sel tubuh yng telah engkau berikan. Hebat!!

Comments

Popular Posts