Money

Uang. Apapun namanya. Benda ini selalu kita butuhkan. Everytime!. Tidak pandang buluh. Mau dia itu pekerja swasta. Pekerja kantoran. Tak bekerja. Atau apapun itu. We need this! Kita butuh sama ini. Sama duit. Banyak hal yang bisa orng lakukan demi ini. Mulai dari yang halal hingga yang haram. Naudzubillah. 
Kembali kepada rezeki. Itu semua sudah di tetapkan oleh ALLAH.
 Ku sering berfikir tentang crita burung yang di lihat oleh seorang yang sedang beristirahat. Dia meliahat burung yang sedang terbang dan menolong. Temanya yg sedang kesakitan. Disini bercerita tentang dua ekor burung si penolong dan si sakit. Sejak menikah. Ku ingin menjadi si penolong. Seperti orang tua ku. Seperti mertuaku. Aku. Menjadi si burung yang menolong itu. Bukan si burung yang sakit itu. 
Kembali lagi ke duit. Kita butuh. Tapi ingat kembali ke rezeki yang sudah ada yang mengaturnya. Ku ingin bersedekah tanpa berfikir. Yakin lah di harta kita. Ada harta mreka juga. Berhenti lah bermalas malasan dan menjadi burung yang sakit. Dan mari kita menjadi si penolong itu. Tekatku. Belum terealisasi. Masi butuh waktu. Hi sang waktu. Mari kita bersahabat. Mari kita. Memulai. Tanpa harus mengakhiri hinggal nafas ini tak lagi di raga ini. Lillahitaala saja. Ada ALLAH membersamai kita. Ingat itu. 

Duit ku kmrem hilang dari atm yg ku transfer via atm stor tunai. Sudah ke bank pusat dengan antrian yang lama. Dan ketakutan akan wabah ini. Akhirnya mreka memberi jawban kalau itu kesalahan koneksi, kesalahan jaringan. Dan ku harus menunggu untuk dikembalikam lagi. Itu adalah duit yang kuhemat hemat. Pemberian suamiku. Ku mulai menahan diri semenjak tau. Sulitnya bekerja. Duit itu tak seberapa. Tp membuatku berfikir penuh dan menngis. Ini duit untuk daftar kuliah. Ku tak ingin meminta lagi  ku ingin berusaha sendiri. Sudah cukuplah orang tuaku menyekolhkan. Dan dihari yang hilang itu juga Allah menggantinya berlipat ganda. Tapi pemikiran si miskin ini menganggap duit itu sudah sangat banyak. Ku foya foyakan untuk membeli pernak pernik rumah yang memang tak perlu. Hingga duit itu habis. Dan ku terasa sesak saat mulai kehabisan duit. Bagaimana untuk makan anak anak ku. Stok kulkas habis. Duit tak ada. Meminta. Malu. Kembali ke pemikiran si miskin. Terlalu menganggap duit sedikit itu terasa banyak. Padahal. Tidak. Berfikirlah lagi. Miskin itu tidak salah. Pola pikir miskin itu yang salah. Jangan terlalu banyak keinginan sehingga meningkatkan tekanan. Berkecukupan lah.... Mulailah menabung! Untuk anak anak mu anggi. 

#duit #atm #hilang

Comments

Popular Posts