Truth
Assalamualaikum...
21 okt 2020 ku kembali menulis lagi. Insya Allah konsisten. Mimpi mimpi yang insya Allah sudah mulai berkembang, akan di tuang ke dalam blog ini, bismillah...
Hai 2020...
You are sooo amazing!!!
Hai corona!!! 2020 kumulai menyadari tentang cita cita ku yang ternyata tak ku inginkan, ku mencoba menjadi dokter kecantikan di sebuah klinik kecantikan yg baru d bangun, di tengah kota, dekat sekali dari rumah ku, cuma berkisar 5 menit dengan mobil...
Di titik pencapaian ku ini, semua pola pikir itu, yang dulu, ingin sekali kecantikan dengan alasan, ga ada jaga malamnya bisa santai. Iya. Kuingat sekali alasan itu ku ingin santai.
Tapi tidak dengan pemikarnku sekarang, klinik ini mengubahnya, aku mulai berfikir, aku dokter, ingin menolong orang, ingin menyelamatkan nyawa, ingin melihat senyuman bahagia keluarga yg sembuh dari penyakitnya,.
Di klinik ini ku mulai belajar. Mreka tidak sakit! Mreka sehat! Mreka datang ke klink malahan untuk di sakiti. Treament PRP, Vampire, laser. Oke! Ini pilihan. Ini masalah pemikiran. Tapi inilah pemikiranku saat ini. Ku malah tak dapat passion yg selama ini, ku kira, itu passion ku, itu impian ku. Ternyata. No!!
But, life most go on!!! Hidup harus berjalan. Kini kupunya 2 anak perempuam yang harus kami besarkan, dengan tetes keringat, pengorbanan, dan hal yang awalnya ku kira gampang.
Di tahun ini, ku memutar stir kehidupan, ku resign. Memilih menjadi ibu rumah tangga, dan itu hanya bertahan 2-3 bulan. Ku tak sanggup, si sulung jadi sering di marahi, mulai dari toilet trening, sampai makan. Rasa bersalah terus muncul setiap ku mengingatnya, ini salah satu ingatan yng ingin kulupakan. Ku ditawarkan spsial oleh papa. Wah, sepertinya ini kesempatan kesempatan menata kembali hidup, yang terombang ambing, menata emosi, cita cita, dan pola asuh.
Ku mulai mendaftar bekerja lagi, sambil mengurus persyartan untuk masuk PPDS. Paru. Iya. Paru. Bagian minor. Yang tak pernah terpikir oleh ku sedikitpun. But here I'm!!! Masa depan mengubah pola pikirku. Ku tak lagi berfikir tentang diri sendiri. Ku berfikir tentang masa depan. Pasienya lebih membutuhkan dokter. Ilmunya lebih bisa bermanfaat di kota ini, yang rawan asap.
#shering #doctor #dokter

Comments
Post a Comment