residensi
Residen itu punya dunia yang berbeda dari mereka. Residen itu punya dunia sendiri, waktu indonesia bagianya sendiri, rasanya sendiri, nikmatnya sendiri. Residensi itu enak, resedensi itu gregetnya beda.
Duh susah kalau mau di gambarkan rasanya. Saya lagi proses. Lagi mencoba menikmati. Iklas. Ini kunci yang saya dapat dari senior. Gak beda jauh dari dunia nyata. Iklas. Ternyata kuncinya.
Mulai dari diri sendiri yang iklas merelakan waktu yang tak lagi sama. Waktu bersama. Tapi nikmat. Dan cobalah untuk menikmatinya. Ingat kata kata koas yang dirindukan tapi tak ingin diulang. Dulu ku begitu tidak menikmatinya. Krn itu tadi mungkin. Kurang iklas.
Setelah menyandang gelar depan dengan tulisan dokter. Aku baru menyadari. Here I'm. Inilah aku. Dokter. Dengan kehidupan berbeda dari mreka. Ini lah aku dokter. Dengan waktu yang berbeda dgn mreka. Ini lah aku dengan bahagia yang berbeda dari mereka.
Seiring dgn waktu aku menyadari. Dan Allah itu maha baik. Maha tau. Tau yang kedepanya apa. Tau yg terbaik buat kita.
Allah tau. Bahagiaku sekarng apa. Kurindu. Senyuman pasien yang bahagia atas kesembuhanya. Kurindu crt pasien yang minta tlng agar suaminya gak marah marah. Kurindu mreka. Rindu yang org lain gak tau rasanya selain kita.
Dan paling wownya lagi Allah sudah mempersiapkan suami yang wow. Dan orang tua yang lebih wow. Dan anak anak yang luar biasa wow.
Dukungan keluarga ini yang utama. Apalagi SUAMI! aku adalah kamu. Kamu adalah aku. Saat aku dan kamu menjadi kita. Suami ini sangat. Sangat. Sangat. Membuat ku merasa kuat. Merasa semua ini easy. Dan kamu pasti bisa. Support yang tak terlihat dan hanya bisa dirasa. Terima kasih suamiku! Dukunganmu mengalir hingga aliran darahku. Dan ku bahagia.
Allah baiiiiiikkk sekaaaalllliiiii....
Tau, semua lamaran ku ingin menjadi dokter di rumah sakit swasta yang hanya berujung harapan palsu dari sana. Berat. Saat itu. Susah sekali mau ku crtkan dari mana. Setelah mendpatkan ini semua itu bagaikan nikmat. Sekarang tak ingin lagi rasanya ku mengeluh. Kuhanya ingin bersyukur. Ku hanya ingin menikmati. Sisa hidupku dengan bahagia. Menikmati semua proses. Dan menerima perbedaan dari mreka yang tak tau kami para penikmat senyum pasien.

Comments
Post a Comment