Menjaga kewarasan

Delapan bulan sudah menjalani perPPDSan dengen hal yang luar biasa. Hari ini ku merasa di titik terendah. Dititik dimana aku tak tau harus berbuat apa selain menjalaninya. Aku harus tetap waras. Aku harus tetap disini. Aku harus tetap menjalani ini. Tak ada kata mundur tak ada kata menyerah. Demi mereka. Anak yang ku tinggalkan. Anak yang cerdas ini. Demi mimpi mreka agar terwujud. Masi mencoba. Mencoba menikmati setiap tekanan. Setiap ilmu. Tak perlu bercerita banyak. Tak akan ada yang mendengar. Mreka yang membencimu tak akan mendegar katamu. Satu hal lagi. Tak ada yang bisa merebut kebahagiaanmu. Hidup ini unik. Mreka dan kita. Atau kita terhadap mereka. Semua berujung dihasil. Tapi kini ku penikmat proses. Tak penting lagi hasil bagiku. Ku kerjakan semuanya dengan iklas. Dan hasil yang terlihat kadang tak sama dengan yang kita anggap "do the best". Kadang ku kembalikan ke kegiatan rutinku dalam menghadapNYA. Apakah IA mencintai hambanya yang sepertiku? Yang ketika ada maunya sampai menangis disetiap sujud. Tapi ketika sudah diberikan. Eh lupa!. Tapi ku ingat Dia maha mencintai. Ada prihal dunia lagi yang ku amplifikasikan tehadap hubungan HasbuminAllahku. Kulakukan solatku. Ngajiku. Amalanku. Dengan cara yg sekarang sangat sangat tergesa gesa demi dunia. Kadang ku merasa "Allah aku udh lakukan yang terbaik, kenapa hasilnya begini".coba di rewend. Lah kamu udah ngapaian? Yang ada kamu sudah terlalu berharap pada hasil. Hasilnya bakalan akan bagus. Ternyata tidak. Ujungnya ya kecewa. Dunia ini indah. Tergantung cara kita melihatnya. Tak semua orang suka. Tak semua orang benci. Asal jangan menjadi org yang ingin di benci. 
Ppds ini banyak mengajarkanku. Mulai dari hal attitud hingga ilmu. Mulai dari kerja yang di anggap nothing hingga something. Everybody change. Tapi aku ingin berubah lebih baik. Disini kuingin menjadi dokter yang tak ada kesalahan. Dokter yang merasakan sakitnya pasien. Mungkin lingkungan ini yang mengajarkan ku empati. Emaptimu kurang. Seharusnya kamu merasakan hal yang seperti mreka rasakan. Bukan karna siapa kamu siapa dia. Kalau di jadikan pasien sebagai lahan amal maka disini jalanya. Aku tak ingin terlihat buruk. Tapi ku tak bisa mengubah pandangan orng. Ku lakukan semua yang terbaik. Tapi ku tak bs mengubah hasil. 
Waras kah aku? Ketika semua sudut menekanku. Aku hanya bisa kembali ke sujudku dalam tangisan. Tak perlu rasanya kasihan dari setiap org. Tapi ada saja manusia yang minta dikasihani. Bukan tak berat beban keraja ini. Berat sangat berat. Maka minta ringakanlah. Bukanya kita  bisa sampai ke titik ini juga karna NYA 
Satu hal yang dapat ku ambil dalam 8 bulan ini.
Tak bisa ku mengubah pandangan org. Hanya Allah sang pemilik hati dan pikiran setiap manusia.
Doakan ku tetap waras dalam PPDS ini.
With love dari ibuk yang sedang berjuang ❤

Comments

Popular Posts